Winner







Kamis, 12 Januari 2012 di 22.08 , 0 Comments | Link ke posting ini

Karakter Merpati Menurut Warna Bulu

Warna bulu setiap burung merpati merupakan slah satu untuk dasar untuk identifikasi. Misal, seseorang yang memiliki burung merpati biasanya akan mengenal merpati kepunyaaannya walaupun ditempatkan bersamaan dengan merpati lainnya dalam jumlah yang banyak. Tetapi dibalik itu semua warna bulu dapat juga menentukan karakter dari burung tersebut.
Di bawah ini dijelaskan karakter dari setiap warna, walaupun dalam kenyataannya bisa saja berbeda dengan kenyataannya. Ciri - ciri / karakter merpati jika dikaitkan dengan warna bulu merpati dapat kita bedakan dan dapat disimpulkan dengan pernyataan di bawah ini :
- coklat :
Burung mudah dilatih, gampang giring, dan bisa ngeket. Untuk terbang dasar atau balap maupun tinggi sangat baik sekali, cocok dengan betina dengan bulu cokelat juga, teapi burung warna coklat gampang hilang. Maka berhati - hatilah jika punya burung warna coklat, jangan dipaksakan untuk terbang lebih dari 3x menerbangkan.

- blorok atau brontok :
Burung ini giringnya kurang baik, dijodokan dengan betina warna bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang sangat baik untuk tinggian. Memang jarang untuk burung seperti ini jago tinggian atau dasar, tetapi ada.

- megan :
burung ini giringnya baik, dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang lebih baik dari blorok / brontok utuk tinggian. Burung seperti ini dapat  terbang sangat tinggi dan stamina yang prima dan dapat diterbangkan -/+ 45 km (tergantung latihan), tetapi kurang baik menukiknya, biasanya antara 75 - 80 derajat paling banter. Tetapi ada juga yang 90 derajat tetapi sangat jarang sekali.

- hitam meles :
burung ini giringnya sedang - sedang saja, dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang lebih baik dari blorok  / brontok tetapi di bawah warna megan dapat diterbangkan dari jarak -/+ 35 km. Untuk terbangnya, burung seperti ini dapat terbang tinggi tetapi tidak melebihi ketinggian terbang warna megan.

- Tritis :
hampir sama dengan coklat, tetapi burung ini insting untuk pulangnya lebih baik daripada warna coklat. Dengan kata lain bahwa burung merpati dengan warna bulu tritis bisa dikatakan lebih cerdas daripada merpati yang berbulu warna coklat

- putih meles :
sangat jarang sekali warna putih meles jadi burung tinggi atau dasar yang unggul. Tetapi saya pernah melihat warna putih meles ini dapat terbang tinggi dan nukik 90 derajat. Warna putih meles cocok sebagai pemanis saat beberapa burung tinggi giring dan dikumpulkan betinanya dalam satu kurung.

- plontang :
Bulu warna ini mudah dijodohkan, terbang bisa tinggi, tetapi jeleknya nukiknya tidak konsisten alias kadang mau 90 derajat, kadang tidak padahal giringnya sama.





di 10.20 , 0 Comments | Link ke posting ini

Merpati Oh Merpati

Pada hektaran tanah lapang sepanjang 1,5 km, ratusan orang pecinta merpati balap berkumpul dan bercengkerama dalam permainan adu ketangkasan burung merpati balap. Merka berkerumun membentuk lingkaran dengan tatapan mata terfokus ke 2 ekor merpati yang berlomba. Merpati balap tersebut di lepas di garis start, bersamaan setelah terdengar pluit tanda siap. Seketika kedua merpati mulai memacu kecepatannya sekencang - kencangnya menuju ke garis finish berjarak 1,5 km dimana pasangan merpati itu setia menunggu di depan.

Di tangan joki, merpati betina sedang di geber (di kepak - kepakan sayapnya ), sambil tak henti - hentinya berteriak memberi tanda dan semangat merpati jantan agar secepatnya sampai ke tangan joki. Akhirnya salah satu merpati jantan tersebut meluncur k tangan joki dan dinyatakan sebagai pemenang.

Betapa meriahnya acara perlombaan merpati balap bukan?

Meski di luar negeri banyak merpati, tetapki khusus untuk merpati balap hanya ada di Indonesia. Merpati balap merupakan khas budaya Indonesia, dimana karakter merpati balapan memiliki sifat keket ke betina, terbentuk karena kultur budaya masyarakat Indonesia sehinggga karakter merpati di Indonesia dan di luar negeri berbeda.

Rabu, 28 Desember 2011 di 11.09 , 0 Comments | Link ke posting ini

Tips Menetasken Telur Merpati Tinggi

1. Menyiapkan indukan
Pilih indukan merpati tinggi yang tlah jawara yang umurnya sudah cukup dewasa (diatas 2 tahun) dan sesuai dengan selera, baik gaya terbang merpati tinggi maupun sifat - sifat keberaniannya / petarungnya. Calon indukan merpati tinggi atau merpati kolongan ini harus diberi asupan yang cukup, baik protein, karbohidrat, dan mineral maupun vitaminnya.

2. Menyiapkan sarang
Sarang merpati tinggi sebaiknya dibuat kotak dan diberi alas yang cukup tebal dari bahan - bahan alami, seperti dahan pohon yang kecil - kecil, rumput - rumput kering, daun cemara, dll. Bahan - bahan ini di taruh saling - silang agar terdapat rongga udara di bawah telur hingga suplai O2 untuk metabolisme inti sel telur (calon embrio) terjamin dan sebagai alas telur merpati tinggi agar tetap lentur hingga telur merpati tinggi tidak pecah walaupun dibebani tubuh induknya. Bahan - bahan alami masih mengandung energi yang hangat yang bisa membantu mempertahankan suhu sarang tetap hangat dan stabil hingga calon embrio merpati tinggi tumbuh dengan sempurna dan tidak mati.

3. Memilih telur
Ukuran telur merpati tinggi / merpati tinggian / merpati kolongan tidak sama antara telur merpati tinggi yang satu dibandingkan dengan telur merpati tinggi / merpati tinggian lainnya, namun perlu diperhatikan telur merpati tinggi yang bagus tentu telur merpati tinggi yang lebih besar, hingga pertumbuhan embrionya bisa lebih maksimal. Klo telur kecil material dan ruang untuk pertumbuhan embrio kurang maksimal, hingga anak merpati tinggi yang diharapkan menetas malah mati sebelum waktunya dan kalaupun menetas anakan yang dihasilkan setelah dilatih tidak sesuai dengan yang diharapkan. Isi telur terdiri dari 2 warna yaitu putih telur (albumin)dan kuning telur. Telur dengan albumin lebih banyak / berat akan menghasilkan anak jantan.
Biasanya telur merpati tinggi yang mengandung albumin lebih banyak / lebih berat berbentuk lebih lonjong dibandingkan dengan telur dengan volume sama dan mnegandung albumin yang lebih sedikit  / ringan. Cara mengukur yang mudah adalah dengan cara di masukan ke dalam air dalam ember, telur yang tenggelam lebih dalam berarti berat jenisnya lebih besar. telur yang terbuahi akan terbentuk kuning telur yang berembrio (ada inti sel telur). Mudahnya bisa dilihat dengan cara telur ditaruh di atas bolam lampu yang dinyalakan akan terlihat didalam kuning telur terdapat sebagian warna yang lebih pekat / gelap.

Selasa, 27 Desember 2011 di 18.10 , 0 Comments | Link ke posting ini

Penjodohan Merpati Balap Sprint

Langkah awal melatih merpati balap adalah menjodohkan. Pasalnya merpati balap identik dengan adu napsu. Semakin bernapsu si jantan menguber pasangan betina alias ngeket atau giring, maka makin cepatlah laju terbangnya.

Pejantan dapat dijodohkan 3-4 bulan sejak lahir. Penjodohan itu di mulai dengan memasukan pejantan ke kandang utama ukuran 1,5 x 1,5 x 2 meter. Kandang itu dilengkapi sebuah kandang kecil (gupon atau pagupon - Jawa) untuk istirahat. Biarkan si jantan selama sehari untuk adaptasi. Menginjak hari ke-2, beberapa betina dimasukan bergantian selama setengah hari. Usahakan betina matang kelamin yang dipilih.

Tanda jodoh terlihat bila keduanya saling mengeluarkan bunyi untuk merayu (bekur - Jawa). Bulu si jantan akan mekar. mengkilap, dan terlihat indah. Gayung bersambut, si betina pun akan manggut - manggut tanda kepincut. Setelah jodoh biarkan keduanya untuk kawin.

Namun kendala acap kali muncul ketika penjodohan merpati balap sprint. Si jantan tampak ogah - ogahan kawin. Masalah itu bisa di atasi dengan memilih betina berbulu serupa baby sitter pejantan. Contoh baby sitter berbulu kelabu maka betina pun harus kelabu lantaran insting si jantan akan terus mengingat perawatnya dulu. Hasilnya pun akan lebih baik.

di 09.44 , 0 Comments | Link ke posting ini

Cara Merawat Burung Merpati Tinggian

Beberapa tips dan cara perawatan burung merpati tinggian atau burung kolongan yang baik dan maksimal yaitu :
1. Suplemen makanan yang baik dan terjamin
2. Memandikan burung tiap hari dengan rutin
3. Dengan rutin menjemur burung setiap pagi secukupnya
4. Kandang harus selalu bersih supaya bebas dari penyakit
5. Pada waktu burung keket atau keplek dilatih rutin
6. Pemberian doping (jamu) juga diperlukan

di 08.00 , 6 Comments | Link ke posting ini

Ciri - ciri Burung Sakit

1. Mata
Pada mata keluar sekretum (cairan yang tidak normal), berubah warna / kecerahannya, sayu, mata di pejam - pejamkan, dan terjadi pembengkakan di sekitar mata

2. Lubang hidung (nostrils)
Dari lubang hidung keluar ingus, sesuatu yang membeku sehingga menutupi nostril dan bersin - bersin atau membuka - buka paruhnya karena sesak nafas. selain itu, bulu - bulu di sekitar nostril dan kepala pada umumnya kotor karena sering di garuk atau di usap

3. Sayap dan bulu
Bulu tampak kusam dan kusut, sayap lunglai (baik sebelah atau keduanya), perilaku menata bulu hilang / tidak dilakukan

4. Nafsu / perilaku makan
Nafsu makan turun atau hilang, tidak pandai mematuk makanannya, dan berat badan menurun

5. Keseimbangan
Burung tampak sempoyongan, tidak mampu / sukar bertengger (biasanya burung ada di lantai kurungan), dan tidak suka bergerak

Senin, 26 Desember 2011 di 10.17 , 0 Comments | Link ke posting ini